Senin, 08 November 2010

Lelet? Masih Bisa Diubah, Kok!


Lifestyle » Family » Lelet? Masih Bisa Diubah, Kok!

Lelet? Masih Bisa Diubah, Kok!


Minggu, 7 November 2010 - 07:01 wib


(Foto: gettyimages)
SITUASI 1: “Duh, Dek, sudah jam berapa nih! Masa dari tadi sarapan nggak selesai! Kamu kan harus ke sekolah,” sungut Ratri kepada buah hatinya, Aldi.

Situasi 2: “Ayo dong Di, cepetan! Mau pulang nggak? Mau hujan nih!” ajak Doni setengah kesal melihat Aldi yang masih sibuk membereskan buku dan peralatan sekolah di mejanya.

Nah, apakah Moms pernah melihat kejadian seperti situasi di atas? Atau justru si kecil di rumah mempunyai ‘kebiasaan’ lelet alias lamban dalam setiap melakukan kegiatan? Yuk, cari tahu bagaimana mengatasinya.

Kok Bisa Lelet

Pada dasarnya, anak yang lamban atau lelet bisa disebabkan banyak faktor. Dua penyebab terbesar adalah keterampilan – kurang pengetahuan untuk melakukan tugas, misalnya tugas dari guru di sekolah – dan kemampuan – kurang motivasi untuk melakukan sesuatu.

Dampaknya, jika si kecil termasuk anak yang ‘lelet’ karena keterampilannya kurang, bukan tidak mungkin dia akan tertinggal dalam hal pelajaran.

Begitu juga jika anak ‘lelet’ lantaran kurang motivasi. Kalau hal ini dibiarkan terus bukan tidak mungkin ‘kebiasaan’ ini akan terbawa terus sampai dia besar nanti.

Berikan Respon Positif

Perilaku anak umumnya terbentuk akibat adanya pembentukan dari lingkungan. Jadi kalau orangtua menginginkan anak yang gesit, berikan contoh dan berikan respon positif setiap kali tidak menunda kegiatan atau tugas. Hindari fokus ke arah perilaku yang tidak gesit dengan hukuman, khususnya untuk anak yang lebih kecil.

Orangtua perlu ‘berlomba’ dengan pengaruh lingkungan yang lebih menarik untuk anak seperti TV atau games. Jadi lakukan pembatasan sejak dini. Dan buatlah kegiatan lain yang kita ingin anak lakukan menjadi sebuah kegiatan yang lebih seru dan menarik. Tidak selalu harus dengan iming-iming hadiah. Karena melibatkan anak dalam melakukan suatu kegiatan dan orangtua juga terlibat dengan antusias pun seringkali dianggap sebagai reward bagi anak. So, jangan sepelekan pemahaman anak tentang quality time bersama orangtuanya.

Ubah si ‘Lamban’ Jadi Lebih Gesit

- Jangan pernah mengatakan kepada si kecil dengan sebutan anak lamban. Atau marah-marah ketika bertindak lamban, hal ini justru akan membuat si anak semakin lamban.

- Berikan penjelasan kepada anak tentang apa yang harus ia jalani atau lakukan. Misalnya mengapa ia harus makan dengan cepat, mandi, dan sebagainya. Gunakan bahasa yang mudah ia pahami dan hindari bahasa yang penuh dengan kalimat perintah.

- Latihan yang teratur dan membuat jadwal yang disiplin untuk melatih si anak mengurangi kebiasaan lambannya. Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk melakukannya dan lakukanlah dengan penuh kasih sayang.

- Jika si kecil lamban karena kurang keterampilan atau pengetahuan saat melakukan suatu tugas, beri pendampingan ekstra untuk si kecil. Jangan membuat situasi ”mission impossible” yang dapat menyulitkan anak. Karena hal itu bisa mematikan hasratnya untuk berprestasi atau menyelesaikan tugas dengan cepat lantaran terasa terlalu sulit baginya.

- Jika kelambanan anak karena masalah motivasi, maka perhatikan lebih dalam mengapa anak tidak termotivasi melakukan tugas atau kegiatannya. Buatlah tugas menjadi hal yang menyenangkan dan libatkan anak agar lebih aktif.

- Buat situasi di mana anak bisa memilih tugas  - pilihan tugas lebih dari satu yang sama penting dan bermakna.

- Jika perlu buat kontrak dengan sistem token (misal, berhasil melakukan tugas diberi bintang atau poin 5, jika tidak melakukan dikurangi 5 bintangnya). Libatkan anak dalam mendiskusikan kontrak dan sistem token sehingga ia sadar tentang keberadaan kontrak dan menyepakatinya. Pasang kontrak di tempat di tempat yg mudah dilihat bagi ortu dan anak.

- Anak yang lamban karena kurangnya pengetahuan biasanya akan cepat frustasi bisa berada di sekolah. So, berikan dia jeda, antara sekolah dan kembali belajar saat di rumah. Berikan waktu yang cukup banyak agar anak bisa melampiaskan kelelahan, keletihan dan rasa frustrasinya selama dia berada di sekolah.(Mom& Kiddie//ftr)

Ingin dapat Jutaan Rupiah dari internet - klik aja yach :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar